Langsung ke konten utama

Rindu Dalam Sajak



Dua insan yang terpisahkan oleh jarak
Dibatasi oleh ruang gerak
Membuat hati bergejolak dan jiwa terus berteriak
Sebab rindu ini semakin menyiksa tanpa titik

Hasrat hati ingin bersua, apa daya keadaan tak memihak
Membuatku terdiam dalam seribu gerak
Relung hati pun semakin remuk
Merenggut rasa yang tak berkutik

Antara mimpi dan khayalan yang bercampur aduk
Kutuai rindu yang semakin memuncak
Mungkinkah ini nestapa dari Almalik
Untuk mengubur masa lalu yang terkutuk?

Dalam teka - teki yang tak terbentuk
Kembali kurangkai impian yang tinggal jejak dan rasa yang semakin sesak
Lewat untaian doa kepada yang lebih berhak
Dalam seribu bahasa kusulam rindu dalam sajak.



Kefamenanu, 16 April 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setitik Harapan Dipenghujung Hari

Pada senja.... Kuceritakan segala keinginan hatiku Terutama sosok yang kukagumi yang berhasil menyita sebagian waktuku, walau hanya sekedar bertukar kabar. Aku iri pada sang surya dikala senja, yang dengan leluasa menatap dewi malam, seakan mereka saling melepas rindu Padanya pula kuceritakan hal yang sama Sebuah harapan yang mungkin bisa diceritakan bintang kepada sang pencipta Yang kemudian disampaikan angin malam ke telinga penawar hatiku. Tuhan....! andai saja dia disampingku Aku ingin memghabiskan sisa hari ini bersamanya hingga rona malam datang menyelimuti Itulah harapanku😌.

KETIDAKPASTIAN

Di setiap hembusan angin Aku selalu sesak tanpa alasan Sendiri dalam bayangan Terombang ambing oleh kesepian Dihantui sebuah kecemasan Yang hampir meluluhlantakan berjuta impian Aku tak tahu harus bagaimana untuk kusampaikan Bahwa kamulah yang membuatku merasakan arti dari sebuah kesabaran Bersabar dalam penantian Bertahan dalam kerinduan Namun semua itu kulakukan dalam ketidakpastian Di setiap hembusan angin Aku semakin tersiksa rasa cemburu yang tak karuan Diiringi beribu tanda tanya dalam pikiran Tanpa tahu bagaimana untuk kuruntuhkan Namun tak ingin kusampaikan Sebab aku tak berhak mendapat jawaban Aku hanya tunduk pada takdir Tuhan Dan tak ada yang bisa kulakukan Jika ketidakpastian ini terjadi diluar dugaan. Kefamenanu, 8 Mei 2020

Di Serambi Malam

Sang surya pun beranjak Tanpa meninggalkan sedikit jejak Tak ada kenangan yang bisa aku ceritakan tentang senja hari ini Kini gelap malam datang menyusup Aku tertegun dalam kesendirian Gelap kelam membentang Wajahmu pun semakin terbayang Wajah yang selalu dilumuri senyum Saat kusibak rambutmu Pipimu memerah Hasratku pun merekah Kerinduan ini semakin merasuk sukma Wahai si empunya rindu Aku ingin bercerita tentang harapanku Sembari menggenggam jemarimu Telah lama aku pelajari puisi ini Aku ingin ceritakan tentang saat cemburu merasuk pikiran Yang membuatku bermimpi disiang hari Namun hanya angin yang mungkin mengerti Dalam diam dan sepi Biarlah kucumbui bayanganmu diserambi malam ini. Kefamenanu, 21 Mei 2020