Langsung ke konten utama

KETIDAKPASTIAN


Di setiap hembusan angin
Aku selalu sesak tanpa alasan
Sendiri dalam bayangan
Terombang ambing oleh kesepian
Dihantui sebuah kecemasan
Yang hampir meluluhlantakan berjuta impian
Aku tak tahu harus bagaimana untuk kusampaikan
Bahwa kamulah yang membuatku merasakan arti dari sebuah kesabaran
Bersabar dalam penantian
Bertahan dalam kerinduan
Namun semua itu kulakukan dalam ketidakpastian
Di setiap hembusan angin
Aku semakin tersiksa rasa cemburu yang tak karuan
Diiringi beribu tanda tanya dalam pikiran
Tanpa tahu bagaimana untuk kuruntuhkan
Namun tak ingin kusampaikan
Sebab aku tak berhak mendapat jawaban
Aku hanya tunduk pada takdir Tuhan
Dan tak ada yang bisa kulakukan
Jika ketidakpastian ini terjadi diluar dugaan.



Kefamenanu, 8 Mei 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setitik Harapan Dipenghujung Hari

Pada senja.... Kuceritakan segala keinginan hatiku Terutama sosok yang kukagumi yang berhasil menyita sebagian waktuku, walau hanya sekedar bertukar kabar. Aku iri pada sang surya dikala senja, yang dengan leluasa menatap dewi malam, seakan mereka saling melepas rindu Padanya pula kuceritakan hal yang sama Sebuah harapan yang mungkin bisa diceritakan bintang kepada sang pencipta Yang kemudian disampaikan angin malam ke telinga penawar hatiku. Tuhan....! andai saja dia disampingku Aku ingin memghabiskan sisa hari ini bersamanya hingga rona malam datang menyelimuti Itulah harapanku😌.

Di Serambi Malam

Sang surya pun beranjak Tanpa meninggalkan sedikit jejak Tak ada kenangan yang bisa aku ceritakan tentang senja hari ini Kini gelap malam datang menyusup Aku tertegun dalam kesendirian Gelap kelam membentang Wajahmu pun semakin terbayang Wajah yang selalu dilumuri senyum Saat kusibak rambutmu Pipimu memerah Hasratku pun merekah Kerinduan ini semakin merasuk sukma Wahai si empunya rindu Aku ingin bercerita tentang harapanku Sembari menggenggam jemarimu Telah lama aku pelajari puisi ini Aku ingin ceritakan tentang saat cemburu merasuk pikiran Yang membuatku bermimpi disiang hari Namun hanya angin yang mungkin mengerti Dalam diam dan sepi Biarlah kucumbui bayanganmu diserambi malam ini. Kefamenanu, 21 Mei 2020