Gelas demi gelas telah kuayap Semua ini demi mendapatkan ketenangan sukma Benarlah kata taulanku, tak semua ihwal harus dihadapi dengan keadaan sadar Terkadang kita perlu sesat akal menghadapi angkara dunia yang penuh teka - teki Laksana kaum kapitalis yang mendulang laba bermodal konspirasi Tanpa memikirkan nasib kaum jelata yang kian hari kian tertulang. Perkara takhta dan rupiah, mereka mendatangkan pandemi dan berlagak seolah - olah semua itu berasal dari Almalik Kaum jelata pun terpedaya, dengan kepolosannya melakukan berbagai tradisi untuk menolak wabah yang merenggut nyawa kapan saja. Begitulah yang terjadi di negeri Tunaaksara ini. Menunggu wakil rakyat yang sadar posisi untuk berbakti, tak gampang mabuk jabatan dan materi.(Najwa Shihab) Namun lain pula realitasnya Banyak wakil rakyat yang lengar Abai akan fungsinya Dan melalaikan kepentingan orang bawahan Pagi buta datang dengan akad yang molek dan air tuba diberikan dikemunca. Kuungkapkan ini se...