Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

"Alkohol" Media Halusinasi Rakyat Gembel

Gelas demi gelas telah kuayap Semua ini demi mendapatkan ketenangan sukma Benarlah kata taulanku, tak semua ihwal harus dihadapi dengan keadaan sadar Terkadang kita perlu sesat akal menghadapi angkara dunia yang penuh teka - teki Laksana kaum kapitalis yang mendulang laba bermodal konspirasi Tanpa memikirkan nasib kaum jelata yang kian hari kian tertulang. Perkara takhta dan rupiah, mereka mendatangkan pandemi dan berlagak seolah - olah semua itu berasal dari Almalik Kaum jelata pun terpedaya, dengan kepolosannya melakukan berbagai tradisi untuk menolak wabah yang merenggut nyawa kapan saja. Begitulah yang terjadi di negeri Tunaaksara ini. Menunggu wakil rakyat yang sadar posisi untuk berbakti, tak gampang mabuk jabatan dan materi.(Najwa Shihab) Namun lain pula realitasnya Banyak wakil rakyat yang lengar Abai akan fungsinya Dan melalaikan kepentingan orang bawahan Pagi buta datang dengan akad yang molek dan air tuba diberikan dikemunca. Kuungkapkan ini se...

Setitik Harapan Dipenghujung Hari

Pada senja.... Kuceritakan segala keinginan hatiku Terutama sosok yang kukagumi yang berhasil menyita sebagian waktuku, walau hanya sekedar bertukar kabar. Aku iri pada sang surya dikala senja, yang dengan leluasa menatap dewi malam, seakan mereka saling melepas rindu Padanya pula kuceritakan hal yang sama Sebuah harapan yang mungkin bisa diceritakan bintang kepada sang pencipta Yang kemudian disampaikan angin malam ke telinga penawar hatiku. Tuhan....! andai saja dia disampingku Aku ingin memghabiskan sisa hari ini bersamanya hingga rona malam datang menyelimuti Itulah harapanku😌.

"Karamnya Sebuah Rindu"

Kulabuhkan Rinduku pada nyanyian ombak yang terus menerus mendentangkan irama kerinduan Kutitipkan sebuah nama pada buih - buih putih, nama yang selalu kusanjung atas nama Rindu. Entah mengapa aku merindukan dia? Dia yg mungkin tak merindukanku lagi Sebab dia telah jauh berlayar dan mungkin saja telah menemukan dermaga kebahagiaan Mungkin juga telah karam dan terdampar dalam dekapan ciptaan lain. Jika begitu adanya.... Biarlah kutepis keping - keping cemburu dalam hatiku Sebab aku tak lagi berhak atas cintanya. Pada pasir putih, kuceritakan segala kisah kasih, kugoreskan serta sebuah nama diatasnya dan biarlah dihapus derai ombak Dan menghanyutkan segala kenangan yang selalu mengusik tidurku. Wahai penciptaku... Apakah aku terlahir dengan rusuk yang lengkap? Ataukah rusukku telah kau ambil? Hingga tak kunjung kutemui penawar hatiku Serumit inikah asmara hidupku? Yang tak pernah menuai kebahagiaan. Kutinggalkan segala ikhwal hatiku dan Kulangkahkan kakiku, kembal...