Langsung ke konten utama

"Karamnya Sebuah Rindu"


Kulabuhkan Rinduku pada nyanyian ombak yang terus menerus mendentangkan irama kerinduan
Kutitipkan sebuah nama pada buih - buih putih, nama yang selalu kusanjung atas nama Rindu.

Entah mengapa aku merindukan dia?
Dia yg mungkin tak merindukanku lagi
Sebab dia telah jauh berlayar dan mungkin saja telah menemukan dermaga kebahagiaan
Mungkin juga telah karam dan terdampar dalam dekapan ciptaan lain.
Jika begitu adanya....
Biarlah kutepis keping - keping cemburu dalam hatiku
Sebab aku tak lagi berhak atas cintanya.

Pada pasir putih, kuceritakan segala kisah kasih, kugoreskan serta sebuah nama diatasnya dan biarlah dihapus derai ombak
Dan menghanyutkan segala kenangan yang selalu mengusik tidurku.

Wahai penciptaku...
Apakah aku terlahir dengan rusuk yang lengkap?
Ataukah rusukku telah kau ambil?
Hingga tak kunjung kutemui penawar hatiku
Serumit inikah asmara hidupku?
Yang tak pernah menuai kebahagiaan.

Kutinggalkan segala ikhwal hatiku dan Kulangkahkan kakiku, kembali ke kediamanku
Yang kutinggalkan hanyalah jejak langkah yang terluka
Dari kejauhan, kudengar ombak kembali mendentangkan nada - nada perpisahan.



Kupang, 04 Maret 2020

Redemptus De Ferento Olla

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setitik Harapan Dipenghujung Hari

Pada senja.... Kuceritakan segala keinginan hatiku Terutama sosok yang kukagumi yang berhasil menyita sebagian waktuku, walau hanya sekedar bertukar kabar. Aku iri pada sang surya dikala senja, yang dengan leluasa menatap dewi malam, seakan mereka saling melepas rindu Padanya pula kuceritakan hal yang sama Sebuah harapan yang mungkin bisa diceritakan bintang kepada sang pencipta Yang kemudian disampaikan angin malam ke telinga penawar hatiku. Tuhan....! andai saja dia disampingku Aku ingin memghabiskan sisa hari ini bersamanya hingga rona malam datang menyelimuti Itulah harapanku😌.

KETIDAKPASTIAN

Di setiap hembusan angin Aku selalu sesak tanpa alasan Sendiri dalam bayangan Terombang ambing oleh kesepian Dihantui sebuah kecemasan Yang hampir meluluhlantakan berjuta impian Aku tak tahu harus bagaimana untuk kusampaikan Bahwa kamulah yang membuatku merasakan arti dari sebuah kesabaran Bersabar dalam penantian Bertahan dalam kerinduan Namun semua itu kulakukan dalam ketidakpastian Di setiap hembusan angin Aku semakin tersiksa rasa cemburu yang tak karuan Diiringi beribu tanda tanya dalam pikiran Tanpa tahu bagaimana untuk kuruntuhkan Namun tak ingin kusampaikan Sebab aku tak berhak mendapat jawaban Aku hanya tunduk pada takdir Tuhan Dan tak ada yang bisa kulakukan Jika ketidakpastian ini terjadi diluar dugaan. Kefamenanu, 8 Mei 2020

Di Serambi Malam

Sang surya pun beranjak Tanpa meninggalkan sedikit jejak Tak ada kenangan yang bisa aku ceritakan tentang senja hari ini Kini gelap malam datang menyusup Aku tertegun dalam kesendirian Gelap kelam membentang Wajahmu pun semakin terbayang Wajah yang selalu dilumuri senyum Saat kusibak rambutmu Pipimu memerah Hasratku pun merekah Kerinduan ini semakin merasuk sukma Wahai si empunya rindu Aku ingin bercerita tentang harapanku Sembari menggenggam jemarimu Telah lama aku pelajari puisi ini Aku ingin ceritakan tentang saat cemburu merasuk pikiran Yang membuatku bermimpi disiang hari Namun hanya angin yang mungkin mengerti Dalam diam dan sepi Biarlah kucumbui bayanganmu diserambi malam ini. Kefamenanu, 21 Mei 2020