
Kulabuhkan Rinduku pada nyanyian ombak yang terus menerus mendentangkan irama kerinduan
Kutitipkan sebuah nama pada buih - buih putih, nama yang selalu kusanjung atas nama Rindu.
Entah mengapa aku merindukan dia?
Dia yg mungkin tak merindukanku lagi
Sebab dia telah jauh berlayar dan mungkin saja telah menemukan dermaga kebahagiaan
Mungkin juga telah karam dan terdampar dalam dekapan ciptaan lain.
Jika begitu adanya....
Biarlah kutepis keping - keping cemburu dalam hatiku
Sebab aku tak lagi berhak atas cintanya.
Pada pasir putih, kuceritakan segala kisah kasih, kugoreskan serta sebuah nama diatasnya dan biarlah dihapus derai ombak
Dan menghanyutkan segala kenangan yang selalu mengusik tidurku.
Wahai penciptaku...
Apakah aku terlahir dengan rusuk yang lengkap?
Ataukah rusukku telah kau ambil?
Hingga tak kunjung kutemui penawar hatiku
Serumit inikah asmara hidupku?
Yang tak pernah menuai kebahagiaan.
Kutinggalkan segala ikhwal hatiku dan Kulangkahkan kakiku, kembali ke kediamanku
Yang kutinggalkan hanyalah jejak langkah yang terluka
Dari kejauhan, kudengar ombak kembali mendentangkan nada - nada perpisahan.
Kupang, 04 Maret 2020
Redemptus De Ferento Olla

Komentar
Posting Komentar