Langsung ke konten utama

"Alkohol" Media Halusinasi Rakyat Gembel


Gelas demi gelas telah kuayap
Semua ini demi mendapatkan ketenangan sukma
Benarlah kata taulanku, tak semua ihwal harus dihadapi dengan keadaan sadar
Terkadang kita perlu sesat akal menghadapi angkara dunia yang penuh teka - teki
Laksana kaum kapitalis yang mendulang laba bermodal konspirasi
Tanpa memikirkan nasib kaum jelata yang kian hari kian tertulang.
Perkara takhta dan rupiah, mereka mendatangkan pandemi dan berlagak seolah - olah semua itu berasal dari Almalik
Kaum jelata pun terpedaya, dengan kepolosannya melakukan berbagai tradisi untuk menolak wabah yang merenggut nyawa kapan saja.
Begitulah yang terjadi di negeri Tunaaksara ini.

Menunggu wakil rakyat yang sadar posisi untuk berbakti, tak gampang mabuk jabatan dan materi.(Najwa Shihab)
Namun lain pula realitasnya
Banyak wakil rakyat yang lengar
Abai akan fungsinya
Dan melalaikan kepentingan orang bawahan
Pagi buta datang dengan akad yang molek dan air tuba diberikan dikemunca.

Kuungkapkan ini sebagai seorang alkoholis, semua yang kulakukan bukan untuk terlihat bandel apalagi serakah umpama kaum besar perut, tapi aku hanya ingin bahagia dengan cara yang tidak salah.




Kupang, 26 Marer 2020

Redemptus De Ferento Olla


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setitik Harapan Dipenghujung Hari

Pada senja.... Kuceritakan segala keinginan hatiku Terutama sosok yang kukagumi yang berhasil menyita sebagian waktuku, walau hanya sekedar bertukar kabar. Aku iri pada sang surya dikala senja, yang dengan leluasa menatap dewi malam, seakan mereka saling melepas rindu Padanya pula kuceritakan hal yang sama Sebuah harapan yang mungkin bisa diceritakan bintang kepada sang pencipta Yang kemudian disampaikan angin malam ke telinga penawar hatiku. Tuhan....! andai saja dia disampingku Aku ingin memghabiskan sisa hari ini bersamanya hingga rona malam datang menyelimuti Itulah harapanku😌.

KETIDAKPASTIAN

Di setiap hembusan angin Aku selalu sesak tanpa alasan Sendiri dalam bayangan Terombang ambing oleh kesepian Dihantui sebuah kecemasan Yang hampir meluluhlantakan berjuta impian Aku tak tahu harus bagaimana untuk kusampaikan Bahwa kamulah yang membuatku merasakan arti dari sebuah kesabaran Bersabar dalam penantian Bertahan dalam kerinduan Namun semua itu kulakukan dalam ketidakpastian Di setiap hembusan angin Aku semakin tersiksa rasa cemburu yang tak karuan Diiringi beribu tanda tanya dalam pikiran Tanpa tahu bagaimana untuk kuruntuhkan Namun tak ingin kusampaikan Sebab aku tak berhak mendapat jawaban Aku hanya tunduk pada takdir Tuhan Dan tak ada yang bisa kulakukan Jika ketidakpastian ini terjadi diluar dugaan. Kefamenanu, 8 Mei 2020

Di Serambi Malam

Sang surya pun beranjak Tanpa meninggalkan sedikit jejak Tak ada kenangan yang bisa aku ceritakan tentang senja hari ini Kini gelap malam datang menyusup Aku tertegun dalam kesendirian Gelap kelam membentang Wajahmu pun semakin terbayang Wajah yang selalu dilumuri senyum Saat kusibak rambutmu Pipimu memerah Hasratku pun merekah Kerinduan ini semakin merasuk sukma Wahai si empunya rindu Aku ingin bercerita tentang harapanku Sembari menggenggam jemarimu Telah lama aku pelajari puisi ini Aku ingin ceritakan tentang saat cemburu merasuk pikiran Yang membuatku bermimpi disiang hari Namun hanya angin yang mungkin mengerti Dalam diam dan sepi Biarlah kucumbui bayanganmu diserambi malam ini. Kefamenanu, 21 Mei 2020